Selasa, 21 Oktober 2014

Bagian Dari Hidup ku,,,

The best,,,

“Sahabat”. Kata- kata itu ngak pernah lepas dari hatiku. Aku adalah orang yang sangat solid sama pertemanan. Selagi aku bisa, aku tidak ingin membuat orang lain kecewa mengenalku. Makanya aku di kenal sebagai sosok yang ngak susah di atur memang, aku orangnya ngak suka cekcok dan lebih sering komformitas dengan kesepakatan kelompok. Bisa di bilang aku ini jarang punya masalah sama orang lain. Tapi jangan sepele ya hehehe…. Kalo aku udah marah sama seseorang bisa loh aku  menarik diri, menghindar, menjauh atau  apalah namanya itu, bahkan liat mukanya aja aku ngak mood. Bisa – bisa ngak aku cakapi berbulan – bulan bahkan bertahun – tahun. Teman – teman SMA ku bilang, aku sih orangya baik dan ngak suka bermasalah sama orang. Tapi kalo udah marah, OMG… bisa- bisa, semunya kaget, dan ketakutan, suasana langsung sepi deh kaya’ kuburan…
                 Ini adalah bagian dari sahabat – sahabat ku,,, penasaran kan…..

Nah, ini kami...
kami menamai diri sebagai " Six Asyik"
personilnya (dari kanan atas) ada Lisa, Husna, Ade, Warni, Nur, dan Icha.
kemana- mana, kasi selalu bersama, mulai dari jam 08.00 sampai 17.00wib. bahkan di hari weekend juga kami tetap sama, kadang pas libur, sering nginap di rumah teman. Trus kalo pulang sekolahnya cepat pasti kami gk langsung pulang...

 kaya' photo di atas tuh, kami main ke rumah Husna. Oh ya, Photo di atas di ambil pada tanggal 12-12-12 loh!!

 Icha, Nur, dan Warni.
Poto ini di ambil ketika jalan - jalan sore, heheh
oh ya, kami ini udah sahabatan dari TK loh, udah tetanggaan,  mulai dari SD - SMA satu sekolah, dan kami adalah trio lintas timur,, kata cowok yg trio jl. abri sih.. kalo mau tau dengan cowok trio jl. abri lanjutin bacanya ya :D sayangnya pas Kuliah gk sama lagi -_- karena Warninya kuliah di Swasta,,,,
tapi komunikasi tetap lancar kok :D
Photo ini di ambil saat hari ultah Ku :D
di Aek sijorni, salah satu tempat wisata di adareah ku..

opsss, kok ada cowok?
jangan mikir yang aneh2 dulu ya, ini sahabat2 kami juga, ini personil versi cowoknya, kalo lagi rayain ultah, jalan - jalan  orang itu pasti ikut,,

photo ini di ambil saat liburan ke Bukit Tiinggi, sekaligus perpisahan XII IPA 1 SMAN 1 Panyabungan.

Di ambil ketika lebaran idul fitri, di tumah Ade :D
Di ambil ketika kakak si Ade Pesta, Pulang pesta sekalian Jalan - jalan :D
Selain jalan- jalan kita juga harus jaga kesehata. Jogging di Sore hari :)
Selesai acara perpisahan di sekolah, lets go kita karokean lagi :D

Sahabat, dari pada coret - coret seragam selesai UN. mending kita Hunting, jalan - jalan :) :D


yayaya,,,, kalian ada perhatiin ngakk?
orang- orang yg ada di photo pertama jarang muncul lengkap personilnnya 6 orng?
ya,, itulah salah satu yang saya juga sayangkan, lisa sama ade, jarang mau ikut photo -_-

Photo ini di ambil tanggal 12 - 12 - 2012
ceritanya guru ada rapat, jadi murid2 di pulangkan cepat,, cus deh ke rumah Husna.

Selain les di sekolah, kami juga cari les di luar, yaa,, kami ngak hanya tau jalan- jalan. tapi kami juga peduli sama akademik dan masa depan kami. Ceritanya kami udah berangkat les. Nyampe di rumah guru lessnya Ternyata gurunya lagi ngak di rumah. Dan less di batalkan. Ya udah deh, kami akhirnya pigi jalan - jalan sore :D :) :P

Ultahnya Imam, tapi orngnya ngak ada di photo :P

Ultahnya Husna

Ultahnya Warni
Sepulang Tes TPBI, sebelum pulang cari makan dulu,,,,
Photo sebelum pulang, liat tuh lisa lagi ngintip cowoknya main volly :) :P
Cantik kan bunganya, Buatan sendiri lohh..
photo bersama warni
Less di Lab. B. inggris 
 Hancur deh kelasnya. hahahaha...
ini yang namanya six asyikk, lengkap sih, tapi tetap aja yg gk mau photo bagus
3 cowok ini paling the best di hati kami ber 6, udah jadi saudara. keluh kesah bagi bersama.
kali versi ceweknya ada trio lintas timur,, ini trio jl. abri.. :D



photo di kelas bersama wali kelas (tengah) sayang  imam sama supra tak hadir hari itu..

Photo terbaru di ambil pada sabtu 18 Oktober 2014 di Medan  kost2 an Hilman, Afrizal, Iqbal, Doro


SEMOGA KITA TETAP SAMA YA TEMAN, SAHABAT ^_^


FILOSOFI NUR SHINJU HAI

Hay,,,,
Nama lengkap  Aku Nur Hasanah Nasution.
Nama panggilan aku banyak banget,,,,
Di rumah di panggil Nur,
Sahabat Aku sih biasa manggil Nur,
Tapi kalo teman yang kurang dekat manggilnya Shanah,
Guru2 aku juga kebanyakan manggil Shanah sih...

Ini sebenarnya mau bahas apa sih?
Katanya NUR SHINJU HAI?
Tapi malah ngomongin yang lain...
OalaAahhhh -_-

Sabar,, Ini mau di bahas...
aku mulai dari SD ya,, boleh kan?
Nah, Ketika SD nama panggilan ku pada aneh - aneh...
Mulai dari Nurpet, Cabe Rawitlah sampe Imut2,,,,
Panggilan Nurpet (Nur Petek) berasal dari bahasa Mandailing yang berarti Nur Kecil, karena memang dari kecil bahkan sampai sekarang masih kecil- kecil juga.
Panggilan Cabe Rawit, ini mugkin karena aku badannya kecil, agak tomboy juga dan kalo olahraga itu larinya cepat banget, badan kecil sih, tapi kalo tenaga jangan di uji...
Panggilan Imut2, ini yang kasih Nama pelatih Drum Band SD, dan panggilan ini masih sering digunakan oleh salah satu sahabat saya.

MTsN atau SMP sederajat.
Nah, disini teman2 satu kelas pada manggil NUR, teman kelas lain manggil Shanah dan Guru - guru manggil Shanah juga. Hanya satu orang sahabat yang manggil imut2.
Ketika MTsN dulu, kami punta Peer Group yang beranggotakan 6 Orang, 2 oarang dari Panyabungan kota, Aku (Nur Hasanah) dan Icha (Annisa Ayu Rahma). 2 Orang dari Panyabungan Selatan, Ade Rahmadani dan Siti Aminah dan 2 Orang dari Lembah Sorik Marapi, Sangkot Mardiyah  dan Ilmi Sari.






 Awalnya kami buat nama Peer Group "Mikore-kore" itu asal sebut aja, eh lama- kelamaan setellah dipikir - pikir ngak ada artinya di  ganti menjadi Six Shinju Hai,,
Kata Shinju di Ambil dari bahasa jepang yang artinya bidadari dan Hai itu adalah huruf terakhir dari nama kami. Lanjut Cerita, Ketika Facebook udah bisa di akses, aku pun mulai daftar yang namanya Fb, dan aku buat nama di fb ku sebagai Nur Shinju Hai. Dari situlah, orang - orang mulai memanggilku Shinju, mulai dari SMA bahkan berlanjut sampai sekarang (Kuliah). Oh ya, di perkulihan aku lebih di sering dipanggil Shanah kalo ngak Shinju, kenapa berbeda dari sebelumnya??? Ya, karena di kampus yang namanya  Nurul itu banyak banget, kan mirip - mirip tuh sama nur.  Aku senang sih nama  SHINJU melekat di diri aku, karena artinya juga bagus, dan mata aku juga rada - rada sipit, ya bisa lah sedikit menyerupai orang jepang..

jadi buat yang mau jadi teman aku, kamu bisa panggil aku Nur, Shanah Atau Shinju,,,,
oke sobat??
^_^





Sabtu, 11 Oktober 2014

Cara Membangkitkan Motivasi Diri

Cara Membangkitkan Motivasi Diri

Cara Membangkitkan Motivasi DiriSeringkali rutinitas dan berbagai masalah yang datang silih berganti setiap hari membuat kita kehilangan motivasi untuk mendapatkan yang lebih baik dalam kehidupan. Membuat semua tujuan kita mengabur dan lama-lama menghilang. Kemudian bagaimanakah cara membangkitkan motivasi diri dan meningkatkan motivasi tersebut
Apa yang dimaksud dengan motivasi?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Motivasi juga merupakan suatu keadaan yang mendorong, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku dalam melakukan sesuatu.
Bagaimana proses terbentuknya motivasi dalam diri seseorang? Jelaskan beserta contoh kasusnya.
Terbentuknya motivasi berasal dari dua jenis, yaitu berasal dari diri sendiri (internal) dan juga berasal dari lingkungan. Motivasi internal adalah motivasi yang muncul dari dalam diri sendiri tanpa ada faktor luar yang mempengaruhi. Motivasi ini lebih menekankan nilai dari kegiatan itu sendiri dari pada penghargaan dari luar. Motivasi internal masih dibagi lagi menjadi dua yaitu, determinasi diri dan pilihan personal. Determinasi disini maksudnya adalah kita melakukan sesuatu karena kita mau melakukannya bukan karena paksaan atau imbalan. Sedangkan pilihan personal adalah kita melakukan sesuatu karena kita merasakan perasaan bahagia dan menyenangkan, kita merasakan kepuasan tersendiri ketika selesai melakukan sesuatu. Motivasi yang muncul dari dalam diri misalnya, kita melakukan suatu pekerjaan karena kita ingin mengembangkan diri dalam bidang pekerjaan tersebut bukan karena faktor luar seperti hukuman dan imbalan.
Berbeda dengan motivasi ekternal yaitu motivasi yang muncul karena dorongan dari luar baik itu berupa hal yang positif seperti imbalan, reward, hadiah, penghargaan dan lain-lain maupun hal yang negatif seperti, hukuman, paksaan dll. Contiohnya kita bekerja karena gaji yang akan kita dapatkan setiap bulannya.
Motivasi yang paling kuat adalah motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang, sebab kita dengan sadar ingin melakukan sesuatu bukan karena imbalan, pujian, hukuman dan lain-lain tetapi karena kita memang menginginkannya.
Apa saja yang bisa mempengaruhi terbentuknya motivasi dalam diri seseorang? (Internal? Eksternal?) penjelasan dan contoh kasusnya.
Sesuatu yang dapat mempengaruhi motivasi seseorang adalah intensitas sejauh mana faktor internal dan eksternal memberikan dorongan. Semakin kuat dorongan dari dalam maupun dari luar akan memberikan motivasi yang semakin besar bagi seseorang. Seseorang yang bekerja dengan menghasilkan penjualan sebanyak 20 produk akan mendapatkan uang sebesar 500 ribu, ia akan termotivasi untuk menjual lebih jika kompensasinya lebih besar dan lebih besar lagi dari pada sebelumnya.
Adakah manfaat dari sebuah motivasi? contoh kasusnya.
Tanpa motivasi maka seseorang tidak akan melakukan apa-apa, kita makan, minum, bersosialisasi, bekerja, belajar, berhubungan dengan lawan jenis, semua membutuhkan motivasi, baik itu motivasi yang muncul dari dalam diri sendiri maupun karena faktor luar.
Tapi ada kalanya motivasi itu perlahan surut bahkan pada kasus tertentu, hilang sama sekali. Apa yang bisa mempengaruhi berkurang atau bahkan hilangnya motivasi dalam diri seseorang? penjelasan dan contoh kasusnya.
Motivasi dari dalam diri adalah motivasi yang paling kuat bertahan dibandingkan motivasi yang muncul karena faktor eksternal. Mengapa? Sebab faktor luar biasanya berupa imbalan, hadiah, penghargaan dll dan itu mudah berubah. Jika faktor luar tersebut hilang, maka motivasi kita dapat turun dan bahkan hilang sama sekali. Misalnya kita bekerja keras untuk dapat melebihi target yang di tetapkan oleh atasan kita, dengan iming-iming bonus di akhir bulan. Ketika bonus tersebut dihilangkan, kita bisa saja menurunkan produktifitas kerja atau bahkan tidak berniat lagi mengejar penjualan melebihi target yang diberikan.
Lalu jika situasinya memang demikian, adakah tip atau saran khusus yang bisa membangkitkan atau menguatkan motivasi yang mulai menurun tadi? Bagaimana tahapannya? Tolong berikan penjelasan berikut contoh kasusnya.
Mulailah dengan memotivasi diri sendiri, poin paling penting adalah: apa yang sebenarnya anda cari, untuk apa anda melakukannya, dan apa yang anda peroleh dengan melakukannya, tanyakan pertanyaan tersebut pada diri anda. Jika sudah, buatlah itu menjadi tujuan anda dalam melakukan sesuatu. Buatlah sebuah perencanaan untuk mencapai itu, baik perencanaan harian, mingguan atau bahkan bulanan. Jika anda merasakan kesulitan, maka cobalah berpikir alternatif dan mencari dukungan. Bahkan ketika anda berhasil mencapai tujuan anda, berilah kompensasi pada diri anda sendiri, misalnya dengan mentraktir diri sendiri, memuji diri, atau memberikan apresiasi bagi diri anda.
Lalu apa yang harus dihindari agar motivasi kita selalu terjaga dengan baik? Adakah saran-saran khusus?
Motivasi akan terjaga dengan baik jika kita mempertahankan motivasi internal atau motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri, sehingga memunculkan dorongan, semangat, gairah dalam melakukan sesuatu atas inisiatif diri sendiri. Lakukanlah sesuatu yang memang membuat diri kita benar-benar menyukainya, lakukan sesuatu karena kita menginginkannya, bukan karena paksaan, hadiah, imbalan, pujian, penghargaan dan lain-lain.
Lalu bagaimana tip untuk memberi motivasi kepada orang lain yang tidak atau lemah motivasinya? berikan penjelasan.
Memotivasi orang lain bisa dengan dua cara, menumbuhkan motivasi internalnya atau motivasi ekternal. Memotivasi orang secara internal dimana motivasi tersebut tumbuh dari dalam diri orang tersebut, lebih sulit dibandingkan dengan menumbuhkan motivasi yang muncul karena faktor luar.
Mengapa lebih sulit, sebab kita masuk ke dalam pemikiran dan keyakinan seseorang ketika menumbuhkan motivasi internal. Bagaimana kita membuat orang tersebut mau melakukan sesuatu karena memang orang itu ingin melakukannya bukan atas imbalan, pujian, gaji, uang dll. Memang susah, tetapi cara yang bisa dilakukan adalah dengan merubah pandangan negatif dari seseorang menjadi pandangan yang lebih positif, dengan catatan orang tersebut memang mau untuk merubah dirinya.
Akan lebih mudah jika kita menumbuhkan motivasi eksternalnya. Caranya dengan memberikan “pandangan ke depan”, tentang apa yang akan ia dapatkan nantinya, seperti ketika ia berhasil, ia akan mendapatkan hadiah, reward, pujian, pangkat, uang, dll. Bahkan kita juga bisa dengan sedikit menakut-nakuti “bukan untuk menjerumuskan”, apa konsekuensi negatif jika orang tersebut tidak melakukannya. Dengan ia mengetahui konsekuensi negatifnya maka diharapkan ia mau melakukannya.

Rabu, 08 Oktober 2014

Aplikasi Classical Conditioning Secara Real

Nah,, ini aplikasi dari teori psikologi yang dipakai untuk membentuk prilaku yang di inginkan.
semoga bermanfaat. ^_^




Aplikasi Classical Conditioning  Secara Real


            Contoh Classical Conditioning ini terjadi kepada keponakan saya, namanya Nurul syifa dan umurnya sekarang 3 tahun. Ponakan saya ini sangat  takut sama hewan yang namanya kucing. Kenapa dia bisa takut?Ketika dia berumur kira-kira 1 tahun, pernah sekali ada 2 ekor kucing yang lagi berkelahi dan saling menyerang satu sama lain. Seperti yang kita ketahui ketika kucing marah, kucing akan mengeluarakan suara  - suara yang menakutkan dan bulu – bulu tubuhnya akan mengembang dan akan terlihat sangat sangar. Nah inilah yang menyebabkan dia takut sama kucing. Jadi setiap dia melihat kucing dia akan takut.
            Nurul syifa sangat suka main boneka, masak-masakaan, dokter – dokteran, sekolah- sekolahan sama seperti anak – anak pada umumnya. Dia sangat aktif dan sangat senang bermain, saat bermain, semua maiannya akan berantakan dan berserakan kemana – mana. Mulai dari kamar, ruang santai, ruang tamu sampai ke teras rumah. Ini membuat orang tuannya kelelahan setiap kali ini selesai bermain karena dia selalu membiarkan maianannya berserakan dan meninggalkannya begitu saja. Nah untuk mengubah perilakunya agar mau membereskan mainan ibunya atau kakak saya  menakut – nakuti dia dengan menirukan suara kucing (mengeong)  sambil mengatakan bahwa si kucing mau mengambil mainannya dan  di ikuti dengan menghadirkan  seekor kucing setelah kakak saya mengeong. Nah saat kakak saya menirukan suara kucing dan beberapa saat kemudian kucing lewat,  ponakan saya akan takut dia mengira kucing tersebut akan mengambil mainannya dan dia segera membereskan maiannya. Hal ini terus – menerus dilakukan ibunya hingga beberapa kali. 
            Hingga pada suatu hari, ketika dia membiarkan maiannya berantakan, ibunya menirukan suara kucing dan dia langsung takut dan segera membereskan maiannya. Padahal saat itu kucing tidak ada. Saya juga pernah mencobanya, saat dia tidak mau membereskan maiananya, saya menirukan suara kucing dan dia langsung takut dan bergegas sambil menarik tangan saya untuk membantu membereskan maiananya.
Tapi lama – kelamaan menyadari bahwa itu hanya suara ibunya, dan sadar bahwa kucing tidak ada di sekitarnya dia tetap membiarkan maiananya berantakan dan sibuk dengan hal yang lebih menarik perhatiannya. Sama seperti saya menirukan suara kucing dan dia tahu itu suara saya dia malah tertawa melihat saya, sambil berkata “ ngak adanya kucingnya disini, suara eteknya itu”, sambil membiarkan mainannya dan kembali menonton TV.

Siklus Classical Conditioning
- Unconditioned Stimulus (UCS).
rangsangan / stimulus alami.

- Unconditioned Response (UCR).
respon alami dari stimulus alami.

- Conditioned Stimulus (CS).
 stimulus yang di kondisikan

- Conditioned Response (CR).
respon yang di kondisikan

Berikut adalah proses hingga dihasilkannya CR :

1. UCS menghasilkan UCR.

2. CS dipasangkan dengan UCS lalu menghasilkan CR dimana biasanya CS yang duluan hadir baru kemudian hadir pula CS.

3. Setelah dikondisikan, akhirnya tanpa adnya  UCS, CS dapat menghasilkan CR.

Sekarang kita masuk ke dalam pembahasan masalah saya tadi.
Berdasarkan masalah keponakan saya :

- Yang menjadi UCS kucing.
- UCR adalah rasa takut yang dialami keponakan saya.
- CS adalah suara kucing yang ditirukan oleh ibu keponakan saya
- CR adalah kondisi dimana pada akhirnya hanya dengan  menirukan suara kucing saja ponakan saya langsung takut dan mau membereskan maiannya.

Jadi, begini proses terbentuknya CR :

1. Pada awalnya seekor kucing (UCS) menghasilkan respon pada keponakan saya  berupa rasa takut (UCR).

2. Ibunya menirukan suara kucing (CS) dimana tak lama dari munculnya suara itu biasanya kucing  juga muncul (UCS) dan keponakan saya takut dan  mau membereskan mainannya (CR).

3. Setelah beberapa dilakukan,  akhirnya keponakan  saya benar-benar terbiasa dengan suara kucing yang ditirukan kakak saya(CS), sehingga hanya dengan mendengar suaranya saja (CS) keponakan saya sudah langsung takut dan mau membereskan mainannya (CR).

Begitulah proses terbentuknya CR. Dan kondisi akhir itulah yang disebut dengan Conditioned Response (CR).
Generalisasi: Saat saya menirukan suara kucing dan keponakan saya mengangap suara yang dia dengar sama dengan suara yang kakak saya tirukan.
Diskriminasi: Saat keponakan saya dapat membedakan perbedaan suara kucing yang saya tirukan dengan suara yang ditirukan kakak saya.

Aplikasi dari Teori Dollard dan Millerd



Hai, Blogger..
Malam ini aku baru selesai ngerjain tugas Mata Kuliah Kepribadian. Nah karena tugasnya di suruh tulis tangan, otomatis setelah di kumpul aku gk ada pegangan lagi tuh, jaildah aku ketik dan aku share di sini.. semoga bermanfaatnya ^_^


Aplikasi dari Teori Dollard dan Miller

            Budi adalah seorang anak TK. Dia sangat takut sama kucing. Sejak kecil dia sudah takut, setiap dia melihat kucing dia akan merasa ketakutan. Budi punya kebiasaan buruk, setiap pulang sekolah dia malas sekali untuk mengganti seragamnya. Dia lebih memilih untuk lansung bermain dengan teman-temannya. Suatu hari setelah pulang sekolah, ibunya mengunci Budi di dalam kamar dan memasukkan seekor kucing di dalam kamarnya. Hal ini langsung membuat Budi cemas, ketakutan karena melihat kucing tersebut. Ia gelisah tidak tahu harus berbuat apa, ia menangis dan berteriak agar pintunya dibuaka dan ia bisa segera keluar dan menjauh dari kucing tersebut, sedangkan ibunya hanya mengintip dari jendela. Akhirya, ia mengganti bajunya dan ibunyapun membukakan pintu.
            Keesokan harinya, Budi masih tidak mau mengganti seragamnya. Ibunya kembali mengunci dia didalam kamar tapi kali ini dengan memasukkan kucing sambil memutarkan suara kucing yang keras dengan speaker. Budi tetap gelisah dan masih bingung mau berbuat apa agar bisa keluar dari kamar, sampai akhirnya dia mengganti seragamnya dan pintu kamarnya di buka dan bunya telah menyiapkan hadiah yaitu maian baru. Minggu berikutnya, saat Budi terkunci dikamarnya dan suara kucing di putar dengan keras, dia sudah tahu tindakan apa yang harus dia lakukan. Dia langsung mengganti seragam dan akhirnya pintu dibuka oleh ibunya.
Berdasarkan teori Dollard dan Miller:

Kucing                   takut
(UCS)              (UCR)
Suara kucing + kucing        takut
(CS)                 (UCS)              (CR)
Suara kucing           takut
(CS)                             (CR)   

Dari cerita di atas:
Drive: keluar dari kamar
Cue: seragam/baju sekolah
Respon: Mengganti baju
Reinforcement: Mainan baru.

Jumat, 27 Juni 2014

Pendidikan Multikultural

Pendidikan Multikultural adalah pendidikan yang menghargai perbedaan dan mewadahi beragam perspektif dari berbagai kelompok multikultural.

Tujuan Pendidikan Multikultural:
1. Pemerataan kesempatan bagi semua muri.
2. Mempersempit gap prestasi akademik antara murid kelompok utama dan minoritas.

Sejarah Pendidikan Multikultural:
Pada tahun 1960 di Amerika gerakan hak-hak sipil dan gerakan untuk pemerataan kesetaraan dan keadilan sosial dalm masyarakat untuk wanita serta orang berkulit berwarna.

Cakupan Pendidikan Multikultural:
  1. Status sosiokultural
  2. Etnis
  3. Gender
Komponen Utama Keadilan Sosial:

Reduksi Prasangka yaitu aktivitas yang dapat diimplementasikan guru kelas untuk mengeliminasi pandangan negatif dan stereotipe terhadap orang lain.

Paedagogi Ekuitas yaitu Modifikasi proses pengajaran dengan memasukkan materi dan strategi pembelajaran yang tepat.

Pemberdayaan
Pemerdayaan adalah memberi orang kemampuan intelektual dan keterampilan memecahkan masalah agar berhasil dan menciptakan dunia yang lebih adil.

Harapannya:
  1. Meningkatkan harga diri minoritas
  2. Membantu mayoritas untuk menjadi toleran kepada minoritas 
  3. Mengemangkan perspektif yang beragam dalam kurikulum

Bentuk
  1. Kelas Jigsaw
  2. Tim Olahraga
  3. Produksi Drama 
  4. Pentas Musik

Stategi Anti Bias :
  • Memasang gambar dari berbagai latar belakang etnis
  • Memilih materi drama seni, aktivitas kelas yang memperkaya pemahaman etnis
  • Boneka persona untuuk anak kecil
  • Menolak streotipe dan diskriminasi
  • Dialog antar guru dan orang tua.


Tes Standar dan Pengajaran

Tes Standar
Tes standar ialah tes yang mengandung prosedur yang seragam untuk menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan murid dengan murid lain pada usia atau level yang sama dan dalam banyak kasus perbandingan ini dilakukan di tingkat nasional.
Tes standar biasanya bertujuan untuk:
·         Memberikan informasi tentang kemajuan murid.
·         Mendiagnosis kekuatan dan kelemahan murid.
·         Memberikan bukti untuk penempatan murid dalam program khusus.
·         Memberi informasi untuk merencanakan dan meningkatkan pengajaran atau instruksi.
·         Membantu administrator mengevaluasi program.
·         Memberikan akuntabilitas.
Perhatian terhadap akuntabilitas telah memunculkan tes berbasis standar (standard_best test),adalah tes yang menilai kemampuan/keahlian yang diharuskan dipunyai murid sebelum mereka naik ke kelas berikutnya atau kelulusannya. Tes berisiko tinggi (high-stakes testing) adalah menggunakan tes dengan cara sedemikian rupa yang mengandung konsekuensi penting bagi murid, memengaruhi keputusan apakah nurid itu naik kelas atau lulus.
Kriteriaa untuk Mengevaluasi Tes Standar
Norma. Untuk memahami kinerja murid individual dalam suatu tes, kinerjanya itu perlu dibandingakan dengan kinerja dari kelompok norma (norm group) yakni kelompok dari individu yang sama yang sebelumnya telah diberi ujian oleh punguji.
Validitas. Validitas adalah sejauh mana sebuah tes mengukur apa yang hendak diukur dan apakah inferensi tentang nilai tes itu akurat atau tidak. Tes standar yang valid harus mengandung yang pertama validitas isi yang baik, yakni kemampuan tes untuk mencakup sampel (to sampel) isi yang hendak diukur.
Yang kedua Validitas kriteria, yakni kemampuan tes untuk memprediksi kinerja murid saat diukur dengan penilaian atau kriteria lain. Validitas kriteria bersifat:
·         Concurrent validity, yakni relasi antara nilai tes dengan kriteria lain yang ada saat ini.
·         Predivtive validity, yakni relasi antara nilai tes dengan kinerja masa depan murid.
Dan tipe yang ketiga adalah construct validity, yakni sejauh mana ada bukti bahwa sebuah tes mengukur konstruk tertentu. Sebuah konstruk adalah ciri atau karakteristik yang tidak bisa dilihat dari seseorang, seperti inteligensi (kecerdasan), gaya belajar, personalitas, atau kecemasan.
Reliabilitas. Reliabilitas adalah sejauh mana sebuah prosedur tes bisa menghasilkan nilai yang konsisten dan dapat diproduksi. Reabilitas dapat diukur dalam beberapa cara yaitu:
·         Test-retest reliability adalah sejauh mana sebuah tes bisa menghasilkan kinerja yang sama ketika seorang siswa diberi tes yang sama dalam dua kesempatan yang berbeda.
·         Alternate-forms relialibility ditentukan dengan memberikan bentuk yang berbeda dari tes yang sama pada dua kesempatan yang berbeda untuk kelompok murid yang sama dan mengamati seberapa konsistenkah skornya.
·         Spilt-half reliability adalah reliabilitas yang dinilai dengan membagi item tes menjadi dua bagian, seperti item bernomor genap dan ganjil. Nilai pada dua st item itu dibadingkan guna menentukan seberapa konsistenkah kinerja murid di kedua set itu.
Keadilan. Tes yang adil ialah tes yang tidak bias (unbiased) dan tidak diskriminatif.
Tes Kecakapan dan Prestasi
Membandingkan Tes Kecakapan dan Prestasi
Tes kecakapan (aptitude test) adalah tes yang didesain guna memprediksi kemampuan murid untuk mempelajari suatu keahlian atau menguasai sesuatu dengan pendidikan dan training tingkat lanjut.
Tes prestasi adalah tes yang dimaksudkan untuk mengukur apa yang telah dipelajari atau keahlian apa yang telah dikuasai murid.
Jenis-jenis Tes Prestasi Standar
ü  Survey batteris adalah sekelompok tes pokok persoalan individual yang didesain untuk murid level tertentu.
ü  Tes untuk subjek spesifik
ü  Tes diagnostik terdiri dari evaluasi area pembelajaran spesifik secar relatif mendalam. Tujuannya adalah menentukan kebutuhan pembelajaran spesifik dari murid sehingga kebutuhan itu dapat dipenuhi melalui instruksi reguler atau remedial.
Ujian Negara Berisiko Tinggi (High-Stakes)
Negar telah lama mewajibkan ujian atau tes tetapi penekannya berubah belakangan ini. Sebelum 1990-an, isinya tidak berhubungan erat dengan apa yang diajarkan dan dipelajari di kelas.  Ujian negara hanya memberikan tujuan umum atas sebarapa baik murid di suatu negara bagian dalam mata pelajaran tertentu, terutama membaca dan metematika.
Format Ujain Negara
Ujian yang diwajibkan negara ini menggunakan format yang salah, terdiri dari soal atau kinerja (Quality Counts, 2001). Ketika penilain berbasis kontruksi dipakai, penilaian itu biasanya menggunakan soal jawaban pendek atau soal menulis. Hanya sedikit negara bagian yang memasukkan portofolio sebagai bagian dari penilaiannya.
Keuntungan dan Penggunaan Tes Berisiko Tinggi
Ada bberapa efek positif dari ujian negara yang berisiko tinggi, yaitu:
ü  Lebih meningkat kinerja murid.
ü  Lebih banyak waktu untuk mengajarkan pelajaran yang diujikan.
ü  Ekspektasi tinggi untuk semua murid.
ü  Identifikasi sekolah, guru, dan administrator yang berkinerja salah.
ü  Meningkatkan rasa percaya diri di sekolah setelah nilai ujian naik.
Penggunaan paling uas dari tes ini untuk memandu kemajuan murid individual harus berkaitan dengan keputusan dengan keputusan mengenai remediasi, promosi, dan graduasi. Remediasi adalah menempatkan murid yang kurang baik dalam tes ke kelas khusus.
Banyak pendukung ujian negara berpendapat bahwa murid tidak boleh dinaikkan ke kelas selanjutnya apabila tidak  mencapai standar kinerja tertentu. Alam hal ini, tujuannya adalah mengakhiri promosi sosial (promosi berdasarkan ide bahwa murid tidak boleh ditinggalkan teman seusianya).
Kririk terhadap Ujian Negara
Kritik terhadap ujian negara menyatakan bahwa ujian negara akan menimbulkan akibat negatif, yaitu:
ü  Menumpulkan kurikulum dengan penekanan lebih besar pada hafalan ketimbang pada keahlian berpikir dan memecahkan masalah.
ü  Mengajar demi ujian.
ü  Diskriminasi terhadap murid dari status sosioekonomi (SES) rendah dan minoritas.